Cegah Depresi

Masih dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober, saya ingin menjadi salah satu orang yang mengkampanyekannya. Sebelumnya saya pernah membuat tulisan tentang kesehatan jiwa berjudul bunuh diri pada anak dan remaja yang merupakan tugas salah satu mata kuliah.

Pada tahun ini kebetulan WHO dan Kementerian Kesehatan juga membahas masalah kesehatan jiwa pada remaja pada rentang usia 10 – 19 tahun. Sebagian besar masalah kesehatan jiwa pada remaja tidak terdeteksi sehingga tidak tertangani dengan baik. Mencederai diri sendiri, termasuk bunuh diri terus terjadi dan merupakan penyebab utama kematian pada perempuan usia 15 – 29 tahun.

Kondisi kesehatan mental seperti depresi, kegelisahan, perubahan suasana hati, stres, tindakan kekerasan pada anak dan remaja menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Menurut WHO ada lebih dari 300 juta orang di dunia yang hidup dengan depresi.

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus tertekan atau kehilangan minat dalam beraktivitas. Kemungkinan penyebabnya adalah ketegangan yang bersumber dari kondisi biologis (penyakit), psikologis dan sosial. Depresi merupakan kondisi kondisi yang sering terjadi di masyarakat. Depresi merupakan penyebab utama penyakit di kalangan remaja.

Rasa sedih atau terus kehilangan minat yang mencirikan depresi berat dapat menyebabkan berbagai gejala perilaku dan fisik termasuk perubahan pola tidur, nafsu makan berkurang / hilang, kehilangan tingkat energi, sulit konsentrasi, merasa sedih atau kosong, merasa putus asa atau harga diri menurun. Depresi juga dapat dikaitkan dengan pikiran bunuh diri atau pembunuhan.

Apa saja yang harus dilakukan saat merasa depresi?

Cari orang yang dapat dipercaya untuk berbagi beban / cerita / sharing.

Bila masih merasakan hal yang sama segera minta bantuan dokter / psikiater / psikolog.

WHO gencar dalam mempromosikan kesehatan mental melalui hashtag #letstalk. Memang benar. Karena biasanya yang berperan aktif dalam mengurangi depresi adalah keluarga, sahabat dan semua yang ada disekitar kita.

Keluarga maupun sahabat juga harus peka terhadap segala keluhan dan perubahan perilaku. Biasanya yang terjadi dilingkungan kita adalah pembiaran atau dianggap bercanda sampai hal buruk terjadi.

Pencegahan gangguan mental pada dewasa dan remaja dimulai dengan sadar dan mengerti gejala awal dari gangguan mental.

#LETSTALK

Check out @WHO’s Tweet: https://twitter.com/WHO/status/1050181490158575616?s=09

Sumber : World Health Organization (WHO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s