Memahami Adab / Aturan di Singapore

Transportasi Umum

Singapore Tourists Pass, MRT

Halo akhirnya gw nyampe Singapore. Keluar dari bandara Changi kita rencana beli kartu Singapore Tourist Pass buat akomodasi selama di Singapore selama 3 hari. Kartu Singapore Tourist Pass ini bisa kita pakai untuk naik MRT, LRT dan bus. Ada 3 jenis yang bisa kita pilih. Semua sama, yang bedain cuma jumlah hari dan harga aja. Untuk 1 hari harganya 10 SGD, 2 hari 16 SGD, 3 hari 20 SGD. Tinggal pilih sesuai kebutuhan kita aja. Oya harga tersebut belum termasuk deposit 10 SGD ya. Jadi misal kalau mau beli yang 1 hari siapin duit 10 SGD + 10 SGD (deposit) = 20 SGD.

Kartu Singapore Tourist Pass tersebut bila sudah tidak berlaku lagi bisa ditukar untuk ambil depositnya maksimal 7 hari setelah masa berlaku habis. Dapat ditukar di stasiun -stasiun besar aja ya, mulai buka jam 10 pagi.

Kartu Singapore Tourist Pass ini memang sengaja disiapkan pemerintah Singapore untuk memudahkan turis / traveller yang berkunjung ke Singapore untuk beberapa hari. Adanya Singapore Tourist Pass ini menurut gw sangat mempermudah kita sebagai wisatawan yang kadang mengalami kesulitan dalam memahami transportasi. Selain itu kita juga ga perlu ngantri untuk beli kartu / tiket. Dan kita ga perlu mikir lagi buat nyiapin dana transportasi.

Oya selain Singapore Tourist Pass kita juga bisa pake kartu EZLink. Kebanyakan orang Singapore pake kartu itu. Tapi saat ini gw ga bisa bahas karena emank ga ada pengalamannya 😁.

Beli kartu Singapore Tourist Pass ini kalau di bandara belinya di stasiun MRT nya. Oya jangan lupa buat ambil peta di bandara.

Petunjuk arah –> keluar dari bandara changi terminal 2 belok ke kanan. Lurus aja. Masuk lift, nah disitu ada tombol menuju MRT. Sampai di stasiun MRT kita bisa liat tulisan Singapore Tourists Pass gede diatas tempat penjualannya.

Dari stasiun MRT bandara kita transit di stasiun Tanah Merah untuk menuju kota. Semuanya transit disana karena kereta akan balik lagi ke bandara. Nah dari stasiun Tanah Merah ini kita tinggal pilih mau naik jurusan yang mana. Di setiap stasiun petunjuknya sangat jelas.

Buat catatan : baik di dalam kereta maupun di dalam stasiun MRT ga boleh makan dan minum ya. Ingat – ingat aja kalo kita melanggar dendanya bikin bangkrut. Dan disetiap sudut terdapat CCTV. Jadi jangan khawatir… pasti ketauan πŸ˜„

Setelah keluar dari stasiun kita tinggal ikuti aja arah mau kemana.

Sepeda (rent bike)

Kalau kita jalan di trotoar bakalan sering liat banyak sepeda kayak ditinggalin begitu aja dan ditaruh dimana aja. Rasanya pengen langsung gowes aja karena emank di Singapore kita banyak jalan 😁. Ternyata itu sepeda disewakan lhoo…. jadi kita harus download aplikasinya, trus bayar pake kartu kredit atau paypal πŸ˜„.

Eskalator

Sebagian besar kalo ke stasiun MRT harus turun naik eskalator. Ada juga yang ga ada eskalatornya, jadi harus naik turun tangga 😌. Nah sebenernya aturan ini udah umum ya, tapi bagi sebagian orang masih ada yang belum tau. Yaitu kalau berjalan di eskalator adalah berdiri disebelah kiri untuk yang berdiri diam, dan sebelah kanan diperuntukkan orang – orang yang terburu – buru.

Dan jangan kaget ya karena eskalatornya jalannya ngebut banget πŸ˜„. Kayaknya emank disesuaikan dengan mobilitas warga Singapore. Tapi eskalator di mal dan tempat wisata rata – rata jalannya biasa / normal.

Petunjuk / Papan Nama Jalan

Petunjuk / papan nama jalan disana sedikit berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia papan nama jalan ada di ujung jalan dan menghadap ke depan (arah mata memandang). Maksudnya bila ada papan nama di ujung jalan berarti jalan di belakangnya merupakan nama jalan itu.

Nah kalau di Singapore berbeda. Papan nama jalan sama – sama menghadap depan tapi artinya nama jalan tersebut untuk jalan yang ada disamping kanan kirinya. Tergantung ujung papannya menghadap kemana.

Bingung kan.

Ya…. awalnya kita bingung ngikutin nama jalan sampe nyasar – nyasar. Tapi setelah ditelaah akhirnya paham juga 😁.

Menyebrang Jalan

Nah di Singapore juga ada aturan buat nyebrang jalan ya. Disetiap jalan besar disediakan rambu – rambu khusus penyebrang jalan. Jadi ga boleh sembarangan nyebrang. Mesti diinget lagi kalo di Singapore CCTV bertebaran dimana – mana. Ya pasti akibatnya didenda lagi. Tapi sebenernya kalaupun ga didenda kayanya bakalan ketabrak duluan deh 😢, karena memang kendaraan disana jalannya kenceng – kenceng selama rambu mereka masih hijau.

Dan para pengendara pun sangat menghargai pejalan kaki.

Penginapan

Biaya penginapan di Singapore memang sangat mahal, makanya kalau kesana ala backpacker biasanya pasti nginepnya di hostel. Hostel ini kamarnya kayak di asrama / wisma. 1 kamar bisa diisi mulai dari 4 sampai 8 orang, bahkan bisa lebih. Semakin banyak kapasitasnya harganyapun semakin murah. Ada yang khusus untuk perempuan dan ada juga yang mix. Biasanya tempat tidurnya bunk bed. Setiap bed udah ada lampu pribadi dan colokan serta masing – masing ada lokernya. Jadi kalau malam – malam kita belum tidur dan masih pengen baca ga perlu nyalain lampu utama karena akan mengganggu yang lain.

Saling menghargai dan menghormati dimanapun kita berada.

Tentu saja untuk kenyamanan ya ga senyaman kamar hotel yang lebih privat. Karena orang banyak biasanya suka ada yang berisik, belum lagi kalau ada yang ngorok waktu tidur πŸ˜†. Jadi buat diri sendiri merasa senyaman mungkin, misalnya bisa pake headset atau earplug. Tapi dilihat dari sisi positifnya kita bisa kenalan dengan mereka dan punya temen baru.

Happy travelling 😘

One thought on “Memahami Adab / Aturan di Singapore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s